Apa Itu Takdir, dan Apa Itu Freewill / Kehendak Bebas

Apakah semua sudah ditakdirkan?

Kalau semua sudah ditakdirkan, kenapa aku harus usaha?

Disini aku mau bahas yang namanya Freewill atau bahasa Indonesia nya adalah kehendak bebas.

Freewill (Kehendak Bebas) adalah kemampuan manusia untuk membuat pilihan secara sadar tanpa dipaksa oleh faktor eksternal, takdir, atau tekanan lingkungan.

Freewill adalah kapasitas kita untuk berhenti sejenak, berpikir, dan memilih respon.

Diantara kejadian dan respon / reaksi kita, di situlah ada ruang kebebasan atau freewill itu sendiri. 

 Contoh: Ada orang nyalip kamu di jalan (kejadian). Kamu punya freewill buat marah-marah atau milih buat chill aja karena kamu memaklumi, mungkin dia lagi buru-buru (respon).

Contoh lagi : Semesta memberikan “kandidat jodoh”, kamu dipertemukan sama seseorang (kejadian) tapi kamu punya freewill buat memilih mau lanjutin hubungan sama dia atau engga (respon). 

Ketika aku belajar vedic astrology, ternyata di situ ada istilah yaitu namanya mahadasha. Mahadasha itu,  yaitu adalah semacam periode waktu yang menaungi kita semasa hidup. Setiap orang Mahadasha-nya beda-beda ya, bisa dilihat setelah menghitung dari tempat, tanggal, bulan, tahun, jam, dan menit lahir. Makanya kita menemui beberapa orang yang mungkin dia sudah sukses di usia 18 tahun ada juga yang sukses di usia 60 tahun lebih. 

Perhitungan mahadasha mungkin tergantung dari Karma apa aja yang udah kita tanam di kehidupan sebelumnya. 

Nah ini adalah beberapa contoh skenario gabungan antara Takdir dan Freewill 

Takdir : 

Di 1 periode, seseorang berada di masa/ periode dengan tema bekerja keras. 

Secara takdir, ini adalah waktu untuk dia belajar disiplin dan sabar, bukan waktu untuk panen besar. Pintunya memang lagi dikunci sama Alam Semesta.

Dia merasa stres karena sudah kerja keras tapi promosi nggak datang datang.

And then, freewill bisa bertindak. 

Dia punya pilihan bebas: Mau ngedumel dan nyalahin bos (energi negatif), atau dia pilih buat ambil sertifikasi/kursus tambahan biar pas periode bekerja keras lewat, dia sudah jadi “versi pro” yang siap naik jabatan.

Takdir nentuin adanya atau kapan pintunya buka, tapi Freewill nentuin seberapa siap seseorang pas pintu itu akhirnya terbuka.

Contoh lagi ya, 

Takdir : 

Seseorang ketemu sama seseorang di sebuah acara karena posisi planet dia lagi sinkron. Pertemuan itu “kebetulan” yang sudah diatur (Takdir). Dia nggak ngerencanain ketemu seseorang , tapi alam semesta mempertemukan mereka.

Freewill : Setelah kenalan, mau lanjut ghosting, mau jadi toxic, atau mau bangun hubungan yang sehat? Itu 100% Freewill.

 Takdir yang ngasih dia kesempatan “kenalan”, tapi dia sendiri yang nulis “ceritanya”. 

Posisi planet nggak bisa bikin hubungan langgeng kalau kita nya nggak mau berusaha.

Contoh sekali lagi ya.

Takdir : 

Kamu lahir dengan metabolisme yang lambat. Secara takdir, tubuhmu memang lebih gampang berisi dibanding temenmu yang makan banyak tapi tetep krempeng.

Freewill : Kamu milih buat rutin olahraga dan jaga pola makan. Kamu mungkin nggak bakal sekurus model catwalk, tapi kamu jadi versi paling sehat dan fit dari dirimu sendiri.

Takdir ngasih “wadah”nya, Freewill ngatur gimana cara kamu ngerawat wadah itu.

 

Pada dasarnya yang bisa kita lakukan adalah untuk “tidak melawan cuaca”

Kalau lagi hujan, yaudah aja sih pake payung atau mantol 

Kalau lagi panas, yaudah aja pake topi dan sunscreen 

Do what you can do right now, gausah overthinking nanti hasilnya gimana. 

Buatlah keputusan terbaik di saat ini. 

Love,

Elio Dona

 

ini murni adalah pendapat saya pribadi dan jika terdapat perbedaan pendapat juga merupakan sesuatu yang sangat wajar. Semoga pembahasan ini juga bisa menjadi sebuah forum untuk kita saling belajar dan saling berdiskusi.

Share Article:
Latest articles :

Lebih Dari Sekadar Zodiak: Mengapa Kamu Perlu Kenalan dengan “The Big Three”

Ritual Pagi 5 Menit: Bagaimana Tarot Bisa Mengubah Harimu

5 Bahasa Cinta, Mengapa sering menanyakan apakah kamu sayang sama aku atau tidak

Apakah semua sudah ditakdirkan?

Kalau semua sudah ditakdirkan, kenapa aku harus usaha?

Disini aku mau bahas yang namanya Freewill atau bahasa Indonesia nya adalah kehendak bebas.

Freewill (Kehendak Bebas) adalah kemampuan manusia untuk membuat pilihan secara sadar tanpa dipaksa oleh faktor eksternal, takdir, atau tekanan lingkungan.

Freewill adalah kapasitas kita untuk berhenti sejenak, berpikir, dan memilih respon.

Diantara kejadian dan respon / reaksi kita, di situlah ada ruang kebebasan atau freewill itu sendiri. 

 Contoh: Ada orang nyalip kamu di jalan (kejadian). Kamu punya freewill buat marah-marah atau milih buat chill aja karena kamu memaklumi, mungkin dia lagi buru-buru (respon).

Contoh lagi : Semesta memberikan “kandidat jodoh”, kamu dipertemukan sama seseorang (kejadian) tapi kamu punya freewill buat memilih mau lanjutin hubungan sama dia atau engga (respon). 

Ketika aku belajar vedic astrology, ternyata di situ ada istilah yaitu namanya mahadasha. Mahadasha itu,  yaitu adalah semacam periode waktu yang menaungi kita semasa hidup. Setiap orang Mahadasha-nya beda-beda ya, bisa dilihat setelah menghitung dari tempat, tanggal, bulan, tahun, jam, dan menit lahir. Makanya kita menemui beberapa orang yang mungkin dia sudah sukses di usia 18 tahun ada juga yang sukses di usia 60 tahun lebih. 

Perhitungan mahadasha mungkin tergantung dari Karma apa aja yang udah kita tanam di kehidupan sebelumnya. 

Nah ini adalah beberapa contoh skenario gabungan antara Takdir dan Freewill 

Takdir : 

Di 1 periode, seseorang berada di masa/ periode dengan tema bekerja keras. 

Secara takdir, ini adalah waktu untuk dia belajar disiplin dan sabar, bukan waktu untuk panen besar. Pintunya memang lagi dikunci sama Alam Semesta.

Dia merasa stres karena sudah kerja keras tapi promosi nggak datang datang.

And then, freewill bisa bertindak. 

Dia punya pilihan bebas: Mau ngedumel dan nyalahin bos (energi negatif), atau dia pilih buat ambil sertifikasi/kursus tambahan biar pas periode bekerja keras lewat, dia sudah jadi “versi pro” yang siap naik jabatan.

Takdir nentuin adanya atau kapan pintunya buka, tapi Freewill nentuin seberapa siap seseorang pas pintu itu akhirnya terbuka.

Contoh lagi ya, 

Takdir : 

Seseorang ketemu sama seseorang di sebuah acara karena posisi planet dia lagi sinkron. Pertemuan itu “kebetulan” yang sudah diatur (Takdir). Dia nggak ngerencanain ketemu seseorang , tapi alam semesta mempertemukan mereka.

Freewill : Setelah kenalan, mau lanjut ghosting, mau jadi toxic, atau mau bangun hubungan yang sehat? Itu 100% Freewill.

 Takdir yang ngasih dia kesempatan “kenalan”, tapi dia sendiri yang nulis “ceritanya”. 

Posisi planet nggak bisa bikin hubungan langgeng kalau kita nya nggak mau berusaha.

Contoh sekali lagi ya.

Takdir : 

Kamu lahir dengan metabolisme yang lambat. Secara takdir, tubuhmu memang lebih gampang berisi dibanding temenmu yang makan banyak tapi tetep krempeng.

Freewill : Kamu milih buat rutin olahraga dan jaga pola makan. Kamu mungkin nggak bakal sekurus model catwalk, tapi kamu jadi versi paling sehat dan fit dari dirimu sendiri.

Takdir ngasih “wadah”nya, Freewill ngatur gimana cara kamu ngerawat wadah itu.

 

Pada dasarnya yang bisa kita lakukan adalah untuk “tidak melawan cuaca”

Kalau lagi hujan, yaudah aja sih pake payung atau mantol 

Kalau lagi panas, yaudah aja pake topi dan sunscreen 

Do what you can do right now, gausah overthinking nanti hasilnya gimana. 

Buatlah keputusan terbaik di saat ini. 

Love,

Elio Dona

 

ini murni adalah pendapat saya pribadi dan jika terdapat perbedaan pendapat juga merupakan sesuatu yang sangat wajar. Semoga pembahasan ini juga bisa menjadi sebuah forum untuk kita saling belajar dan saling berdiskusi.

Scroll to Top